Kadang gue merasa bahwa ‘kemampuan’ yang harus selalu gue asah setelah menjadi seorang ibu adalah kemampuan untuk mendengar lho.
Masalahnya
adalah setiap kali gue mendengar Kayla atau Fathir lagi curhat, gue tuh
bawaannya suka pengen motong omongan mereka, trus gue kasih wejangan
dan didoktrin abis-abisan. Kamu tuh jangan gini, harusnya gitu,
blablabla.
Padahal ‘mendengar’ itu kegiatan yang simple banget, tapi entah mengapa seringnya sih sulit dilakukan.
Tantangan
lain yang gue hadapi ketika menjadi seorang ibu adalah ketika gue harus
‘merelakan’ anak gue tersakiti hatinya, supaya dia bisa belajar
‘merasa’ dan bisa lebih peka.
Gue
juga harus belajar untuk ‘mengijinkan’ anak gue untuk berbuat
kesalahan, supaya suatu saat nanti ia bisa mengambil keputusan yang
lebih baik lagi ketika menghadapi situasi yang sama.
Hal
ini berat, karena insting dasar seorang ibu itu kan bawaannya pengen
melindungi anaknya. Kalo bisa sih jangan sampai anak kita tersakiti
hatinya atau bikin kesalahan apa pun juga.
Tapi kalo beneran sayang sama anak, kita harus belajar untuk lebih tega. Demi kebaikan mereka. Tough Love.
